Selasa, 31 Agustus 2021

Ahmad Nuaim Belajar Sholat

 


Video ahmad nuaim saat usia 1,5 tahun, Nuaim belajar sholat dengan semangat bersama abang Oi, walaupun belum mengerti apa yang dilakukannya namun ia senang dan ingat kalimat azan, semoga jadi anak yang soleh ya nak....

Senyawa Hidrokarbon

 

Hidrokarbon

Model tiruan dari molekul metana, CH4. Metana merupakan keliru satu contoh hidrokarbon yang masuk dalam kategori alkana, hanya memiliki 1 macam ikatan saja.

Dalam bidang kimiahidrokarbon merupakan suatu senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sbg pengertian dari hidrokarbon alifatik.

Sbg contoh, metana (gas rawa) merupakan hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana merupakan hidrokarbon (lebih terperinci, suatu alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan suatu ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dst (CnH2·n+2).

Tipe-tipe hidrokarbon

Klasifikasi hidrokarbon yang dikelompokkan oleh tatanama organik adalah:

  • Hidrokarbon jenuh/tersaturasi (alkana) merupakan hidrokarbon yang paling sederhana. Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat dengan hidrogen. Rumus umum kepada hidrokarbon tersaturasi merupakan CnH2n+2.[1] Hidrokarbon jenuh merupakan komposisi utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai lurus maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tapi rumus strukturnya berlainan dinamakan isomer struktur.[2]
  • Hidrokarbon tak jenuh/tak tersaturasi merupakan hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap, adun rangkap dua maupun rangkap tiga. Hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap dua dikata dengan alkena, dengan rumus umum CnH2n.[3] Hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap tiga dikata alkuna, dengan rumus umum CnH2n-2.[4]
  • Sikloalkana merupakan hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih cincin karbon. Rumus umum kepada hidrokarbon jenuh dengan 1 cincin merupakan CnH2n.[2]
  • Hidrokarbon aromatik, juga dikenal dengan arena, merupakan hidrokarbon yang paling tidak memiliki satu cincin aromatik.

Hidrokarbon bisa berwujud gas (contohnya metana dan propana), cairan (contohnya heksana dan benzena), lilin atau padatan dengan titik didih rendah (contohnya paraffin wax dan naftalena) atau polimer (contohnya polietilenapolipropilena dan polistirena).

Ciri-ciri umum

Karena struktur molekulnya berlainan, karena itu rumus empiris selang hidrokarbon pun juga berbeda: banyak hidrokarbon yang diikat pada alkena dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom karbonnya berikatan rangkap.

Kemampuan hidrokarbon kepada berikatan dengan dirinya sendiri dikata dengan katenasi, dan menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks, seperti sikloheksana atau arena seperti benzena. Kemampuan ini diperoleh karena karakteristik ikatan di selang atom karbon bersifat non-polar.

Sesuai dengan teori ikatan valensi, atom karbon mesti memenuhi aturan "4-hidrogen" yang mencetuskan banyak atom maksimum yang bisa berikatan dengan karbon, karena karbon memiliki 4 elektron valensi. Diamati dari elektron valensi ini, karena itu karbon memiliki 4 elektron yang bisa membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.

Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid.

Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di kelola surya. Danau memuat metana dan etana cair telah ditemukan pada Titan, satelit dunia terbesar Saturnus, seperti dinyatakan oleh Misi Cassini-Huygens.[5]

Hidrokarbon sederhana dan variasinya

Banyak atom
karbon
Alkana(1 ikatan)Alkena(2 ikatan)Alkuna (3 ikatan)SikloalkanaAlkadiena
1MetanaMetenaMetuna
2EtanaEtena (etilena)Etuna (asetilena)
3PropanaPropena (propilena)Propuna (metilasetilena)SiklopropanaPropadiena (alena)
4ButanaButena (butilena)ButunaSiklobutanaButadiena
5PentanaPentenaPentunaSiklopentanaPentadiena (piperylene)
6HeksanaHeksenaHeksunaSikloheksanaHeksadiena
7HeptanaHeptenaHeptunaSikloheptanaHeptadiena
8OktanaOktenaOktunaSiklooktanaOktadiena
9NonanaNonenaNonunaSiklononanaNonadiena
10DekanaDekenaDekunaSiklodekanaDekadiena

Penggunaan

Hidrokarbon merupakan keliru satu sumber energi paling penting di bumi. Penggunaan yang utama merupakan sbg sumber bahan bakar. Dalam bentuk padat, hidrokarbon merupakan keliru satu komposisi pembentuk aspal.[6]

Hidrokarbon dulu juga pernah digunakan kepada pembuatan klorofluorokarbon, zat yang digunakan sbg propelan pada semprotan nyamuk. Masa ini klorofluorokarbon tidak lagi digunakan karena memiliki efek buruk terhadap lapisan ozon.

Metana dan etana berwujud gas dalam suhu ruangan dan tidak gampang dicairkan dengan tekanan begitu saja. Propana lebih gampang kepada dicairkan, dan pada umumnya dijual di tabung-tabung dalam bentuk cair. Butana paling gampang dicairkan, sehingga lebih terjamin dan sering digunakan kepada pemantik rokok. Pentana berwujud cairan bening pada suhu ruangan, pada umumnya digunakan di industri sbg pelarut wax dan gemuk. Heksana pada umumnya juga digunakan sbg pelarut kimia dan termasuk dalam komposisi bensin.

Heksanaheptanaoktananonanadekana, termasuk dengan alkena dan beberapa sikloalkana merupakan komponen penting pada bensin, nafta, bahan bakar jet, dan pelarut industri. Dengan lebihnya atom karbon, karena itu hidrokarbon yang berwujud linear akan memiliki sifat viskositas dan titik didih lebih tinggi, dengan warna lebih gelap.

Pembakaran hidrokarbon

Masa ini, hidrokarbon merupakan sumber energi listrik dan panas utama dunia karena energi yang dibuatnya ketika dibakar.[7] Energi hidrokarbon ini pada umumnya sering langsung digunakan sbg pemanas di rumah-rumah, dalam bentuk minyak maupun gas dunia. Hidrokarbon dibakar dan panasnya digunakan kepada menguapkan cairan, yang nanti uapnya disebarkan ke seluruh ruangan. Prinsip yang hampir sama digunakan di pembangkit-pembangkit listrik.

Ciri-ciri umum dari hidrokarbon merupakan menghasilkan uap, karbon dioksida, dan panas selama pembakaran, dan oksigen dibutuhkan supaya reaksi pembakaran bisa berlanjut. Berikut ini merupakan contoh reaksi pembakaran metana:

CH4 + 2 O2 → 2 H2O + CO2 + Energi

Bila udara miskin gas oksigen, karena itu akan terbentuk gas karbon monoksida (CO) dan air:

2 CH4 + 3 O2 → 2CO + 4H2O

Contoh yang lain, reaksi pembakaran propana:

C3H8 + 5 O2 → 4 H2O + 3 CO2 + Energi
CnH2n+2 + (3n+1)/2 O2 → (n+1) H2O + n CO2 + Energi

Reaksi pembakaran hidrokarbon termasuk reaksi kimia eksotermik.

Bibliografi

  • Silberberg, Martin. Chemistry: The Molecular Nature Of Matter and Change. New York: McGraw-Hill Companies, 2004. ISBN 0-07-310169-9

Tautan luar

  • (Inggris) The Methane Molecule
  • (Inggris) Poten & Partners: Glossary of Hydrocarbon Terms

Referensi

  1. ^ Silderberg, 623
  2. ^ a b Silderberg, 625
  3. ^ Silderberg, 628
  4. ^ Silderberg, 631
  5. ^ 'Proof' of methane lakes on Titan, BBC News, 4 January 2007
  6. ^ Dan Morgan, Lecture ENVIRO 100, University of Washington, 11/5/08
  7. ^ World Coal, Coal and Electricity, http://www.worldcoal.org/coal/uses-of-coal/coal-electricity/, retrieved 07/03/2012

Upacara Bendera 17 Agustus

 

UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PROKLAMASI

KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-76

TANGGAL 17 AGUSTUS 2021     DIMULAI

 

A.     ACARA PERSIAPAN

 

1.    PERSIAPAN PASUKAN UPACARA

2.    PASUKAN UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA

3.    KOMANDAN UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA LANGSUNG MENGAMBIL ALIH PIMPINAN

4.    PASUKAN DISIAPKAN

 

B.     ACARA PENDAHULUAN

 

1.    LAPORAN PERWIRA UPACARA KEPADA INSPEKTUR UPACARA

2.    INSPEKTUR UPACARA MENUJU MIMBAR UPACARA PASUKAN DISIAPKAN

 

C.     ACARA POKOK

 

1.    PENGHORMATAN PASUKAN KEPADA INSPEKTUR UPACARA

2.    LAPORAN KOMANDAN UPACARA KEPADA INSPEKTUR UPACARA

3.    MENGENANG DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (HADIRIN DIMOHON BERDIRI)

4.    TANDA KEBESARAN BUKA

5.    PEMBACAAN NASKAH PROKLAMASI

6.    TANDA KEBESARAN TUTUP

7.    MENGHENINGKAN CIPTA

8.    PEMBACAAN DOA

9. PASUKAN PENGIBAR BENDERA MERAH PUTIH MEMASUKI LAPANGAN UPACARA

10. HADIRIN DISILAHKAN DUDUK KEMBALI.

11. AUBADE LAGU-LAGU KEBANGSAAN (PASUKAN DIISTRAHATKAN).

12. LAPORAN KOMANDAN UPACARA KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

13. PENGHORMATAN PASUKAN KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

 

D.     ACARA PENUTUP.

 

1.    INSPEKTUR UPACARA DIPERKENANKAN MENINGGALKAN TEMPAT UPACARA.

2.    LAPORAN PERWIRA UPACARA.

3. UPACARA SELESAI KOMANDAN UPACARA DAPAT  MEMBUBARKAN PASUKANNYA.

 

 

 

 

 

UPACARA PENURUNAN BENDERA MERAH PUTIH HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-…

TANGGAL 17 AGUSTUS 20…   DIMULAI

 

 

A.     ACARA PERSIAPAN.

 

1.    PERSIAPAN PASUKAN UPACARA.

2.    PASUKAN UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.

3.    KOMANDAN UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.

4.    PASUKAN DISIAPKAN

 

B.     ACARA PENDAHULUAN.

       

1.    LAPORAN PERWIRA UPACARA KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

2.    INSPEKTUR UPACARA MENUJU MIMBAR UPACARA PASUKAN DISIAPKAN.

 

C.     ACARA POKOK.

 

1.    PENGHORMATAN PASUKAN KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

2.    LAPORAN KOMANDAN UPACARA KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

3. PASUKAN PENGIBAR BENDERA MERAH PUTIH MEMASUKI LAPANGAN UPACARA  (HADIRIN DIMOHON BERDIRI).

4.  PENGHORMATAN KEPADA BENDERA MERAH PUTIH DIPIMPIN OLEH KOMANDAN UPACARA.

5.    HADIRIN DISILAHKAN DUDUK KEMBALI.

6.    LAPORAN KOMANDAN UPACARA KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

7.    PENGHORMATAN PASUKAN KEPADA INSPEKTUR UPACARA.

 

D.     ACARA PENUTUP.

 

1.    INSPEKTUR UPACARA DIPERKENANKAN MENINGGALKAN TEMPAT UPACARA.

2.    LAPORAN PERWIRA UPACARA.

3. UPACARA SELESAI KOMANDAN UPACARA DAPAT MEMBUBARKAN PASUKANNYA.

 

Penurunan Titik Beku (Materi Kimia Kelas XII)

 


PENURUNAN TITIK BEKU

 

Sifat koligatif merupakan sifat fisik pelarut yang dipengaruhi oleh zat terlarut. Beberapa sifat  koligatif larutan yang akan dibahas adalah perubahan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.

 

Perubahan Tekanan Uap

Tekanan uap merupakan tekanan yang dimiliki oleh uap zat cair yang berada dalam kesetimbangan dengan zat cair. Misalkan kita memiliki gelas yang berisi air dan tertutup. Ketika ditutup, maka sebagian air pada fasa liquid akan menguap menjadi uap air hingga tekanan uap tersebut mencapai nilai tertentu. Nilai inilah yang disebut sebagai tekanan uap (P).

 

Tekanan Uap

Ilustrasi Tekanan Uap

Perubahan tekanan uap dapat terjadi jika suatu zat dicampur dengan zat lain. Hal ini disebabkan antara kedua zat akan berinteraksi sehingga menghasilkan gaya tarik yang berbeda dari keadaan murninya. Misalkan zat A dicampur dengan zat B, maka akan terdapat beberapa kemungkinan dalam perubahan tekanan uap nya.

 

Kasus I: Zat A & B Adalah Zat Volatile

Zat volatile merupakan zat yang mudah menguap. Ciri khas dari zat volatile adalah ketika dibiarkan di tempat terbuka maka zat tersebut akan berkurang jumlahnya. Contoh: air, bensin, alkohol.

 

Pada keadaan murni, zat A akan memiliki tekanan uap (PA) dan zat B akan memiliki tekanan uap (PB) sementara ketika zat A dan B dicampur, tekanan uap A akan bernilai PA (tidak sama dengan PA) dan tekanan uap B akan bernilai PB (tidak sama dengan PB). Nilai PA dan PB dapat memiliki hubungan:

 

Baca Juga:  Contoh Larutan Elektrolit Non-Elektrolit dan Rumus Derajat Dissosiasi

PA=χAP0A

 

dengan:

 

χA=nAntotal

 

Tekanan total (Pmix) campuran merupakan penjumlahan PA dan PB

 

Pmix=PA+PB

Pmix=χAP0A+χBP0B

 

dimana:

 

χA+χB=1

 

nA = mol zat A

χA = fraksi mol A

Kasus II: Zat A Volatile dan B Non-Volatile Non-Ionik

Pada kasus 2, tekanan total dirumuskan sama dengan kasus I,

 

Ptotal=χAP0A+χBP0B

 

namun, pada kasus ini karena B merupakan zat non-volatile, maka nilai PB ≈ 0, maka persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi

 

Ptotal=χAP0A

 

Jika A kita sebut sebagai pelarut dan B sebagai zat terlarut, kita dapat menulis:

 

Screen Shot 2020 12 23 At 16.51.07

Rumus tekanan total

karena χt + χp = 1, maka χt < 1

 

Kasus III: A Zat Volatile dan B Non-Volatile Ionik

Pada kasus 3, tekanan total dirumuskan sama dengan kasus I:

 

Ptotal=χAP0A+χBP0B

 

Namun, pada kasus ini karena B merupakan zat non-volatile, maka nilai PB ≈ 0, maka persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi seperti dibawah ini:

 

Ptotal=χAP0A

 

Selain itu, karena B merupakan senyawa ionik, maka B dapat terurai menjadi ion-ionnya sehingga:

 

Screen Shot 2020 12 23 At 17.08.29

i merupakan faktor Van’t Hoff yang dapat dirumuskan sebagaimana berikut:

 

Screen Shot 2020 12 23 At 17.13.19

n = jumlah ion yang terurai

α = derajat dissosiasi

Contoh Soal Tekanan Uap

Soal: Hitung tekanan uap suatu larutan yang terdiri dari 3 mol zat terlarut non-volatil dan 15 mol air pada suhu 25 ℃, mengingat tekanan uap air murni pada suhu 25 ℃ adalah 23,8 torr.

Jawaban dan pembahasan:

Langkah pertama, hitung fraksi mol zat pelarut:

 

xA=moles solventtotal moles

xA=1518=0.83

 

Langkah kedua, gunakan rumus tekanan uap non-volatil:

 

p=pAxA

p=23.8 torr×0.83

p=19.8 torr

 

Kenaikan Titik Didih

Suatu zat dapat mendidih jika tekanan uap zat tersebut sudah sama dengan tekanan luar. Tekanan uap suatu zat merupakan fungsi suhu, ketika suhu naik maka tekanan uap zat tersebut juga naik. Sebagai contoh titik didih normal air adalah 100oC hal ini menyatakan bahwa tekanan uap air bernilai sama dengan tekanan luar yakni 1 atm.

 

Kenaikan Titik Didih

Kenaikan titik didih sebesar ΔT terjadi jika suatu zat yang masih murni (solvent) dicampur dengan zat lainnya sehingga berubah menjadi larutan (solution) yang memiliki titik didih yang baru dan lebih tinggi dari sebelumnya. [lumenlearning.com]

Dari proses penurunan tekanan uap, kita mengetahui bahwa ketika suatu zat dicampur maka tekanan uap nya akan turun. Hal ini menjadikan diperlukan suhu yang lebih besar untuk mencapai tekanan luar. Hal inilah yang menjadikan titik didih suatu campuran akan meningkat dari pada zat murninya. Kenaikan titik didih ini dapat dirumuskan:

 

 

 

Baca Juga:  7 Gambaran Teori Model Atom: Karakteristik dan Rumusnya

ΔTb=bKb

 

b = molalitas zat terlarut

Kb = konstanta kenaikan titik didih

Dimana b merupakan molalitas dari zat terlarut. Molalitas sendiri dapat dirumuskan:

 

b=ntmp ( kg )

 

Jika zat terlarut ionik, maka persamaannya menjadi:

 

ΔTb=bKbi

 

nt = mol zat terlarut

mp = massa pelarut dalam satuan kg

i = jumlah ion terlarut

Contoh Soal Kenaikan Titik Didih

Soal: Hitung titik didih larutan berair dimana cukup NaCl ditambahkan untuk membuat larutan 0,37 molal. Kb untuk air adalah 0,512 [lateks] \ frac {^ oC} {m} [/ lateks].

Jawaban dan Pembahasan:

ΔTb=i×Kb×b

ΔTb=2×0.512oCm×0.37 m

ΔTb=0.38oC

 

Dikarenakan titik didih air pada kondisi normal adalah 100 ℃, maka titik didih akhirnya akan menjadi:

 

100 + 0.38 = 100.38 ℃

 

Penurunan Titik Beku

Penurunan Titik Beku

Kurva penurunan titik beku sebagaimana digambarkan oleh nomor 2 (kondisi awal) dan nomor 4 (kondisi akhir).

Selain mengalami kenaikan titik didih, campuran suatu zat juga akan mengalami penurunan titik beku. Perumusan penurunan titik beku tertulis seperti dibawah ini:

 

ΔTf=bKf

 

b = molalitas zat terlarut

Kf = konstanta penurunan titik beku

Dimana b merupakan molalitas dari zat terlarut. Molalitas sendiri dapat dirumuskan

 

b=ntmp ( kg )

 

Jika zat terlarut ionik, maka

 

ΔTf=bKfi

 

nt = mol zat terlarut

mp = massa pelarut dalam satuan kg

i = jumlah ion terlarut

Contoh Soal Penurunan Titik beku

Soal: Berapakah titik beku larutan air ketika sejumlah NaCl ditambahkan untuk membuat larutan 0,25m? Nilai Kf untuk air adalah 1.858 ℃ / m.

Jawaban dan pembahasan:

NaCl dapat terpecah menjadi dua ion yaitu Na+ dan Cl– oleh karenanya, nilai i adalah 2.

 

ΔTf=i×Kf×molality

ΔTf=2×1.86oCm×0.25 m

ΔTf=0.93oC

 

Baca Juga:  Bilangan Kuantum dan Konfigurasi Elektron [Soal - Pembahasan]

Dari sini didapatkan bahwa perubahan titik beku akan turun sebesar 0.93 ℃. Maka titik beku akhirnya akan menjadi:

 

0 – 0.93 = -0.93 oC

 

Tekanan Osmosis

Proses osmosis merupakan proses mengalirnya zat cair dari larutan yang encer menuju ke larutan yang pekat dengan melewati membran semipermeabel. Tekanan yang diperlukan untuk menghentikan proses osmosis.

 

Osmoticpressure

Ilustrasi Tekanan Osmosis

 

Tekanan osmosis dirumuskan

 

Π=MRTi

 

M = Molaritas larutan (M)

R = konstanta gas (0,08206 l atm / mol K)

T = suhu (dalam satuan Kelvin)

i = jumlah ion jika zat terionisasi

Jika pada larutan yang pekat diberi tekanan sebesar Π, maka proses osmosis tidak akan terjadi dan jika tekanan lebih besar dari Π maka akan terjadi peristiwa osmosis balik yang artinya zat cair akan berpindah dari larutan pekat ke larutan encer.

 

Contoh Soal Tekanan Osmotik

Soal: Berapa tekanan osmotik larutan 1,35 M NaCl pada temperatur 25 oC?

Jawaban dan pembahasan:

Pertama-tama kumpulkan semua informasi yang kita peroleh.

 

i = 2 (NaCl terbagi menjadi dua ion)

M = 1.35 molesL

R = 0.0821 L×atmK×molL×atmK×mol

T = 25 oC + 273 = 298 K

 

Dari informasi di atas, dapat dicari tekanan osmotik Π menggunakan rumus berikut:

 

Π=MRTi

Π=2×1.35×0.0821×298

Π=66.1 atm

 

Maka tekanan osmotik dari larutan NaCL 1,35 M diketahui sebesar Π=66.1 atm.

 

Sekian pembahasan kami mengenai sifat koligatif larutan lengkap dengan soal dan pembahasannya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk tetap mengunjungi Statmat.net sebagai referensi belajar kamu!

 

Referensi contoh soal: lumenlearning.com